Pertama kali traveling Surabaya – Jember – Surabaya dengan pesawat Garuda

Brothers & sisters…, minggu lalu saya pulang kampung untuk mengunjungi ibu yang sudah sepuh. Orang tua itu kalau dikunjungi anak nya yang jauh akan merasa bahagia sekali. Ditelpon saja sudah sangat senang apalagi dikunjungi langsung. Saya memang berusaha bisa berkunjung ke kampung 3 – 4 bulan sekali.

Pulang kampung kali ini berbeda dengan yang sudah-sudah. Kalau tidak membawa mobil sendiri, saya ya naik pesawat dari Jakarta ke Surabaya, kemudian sambung dengan bus Surabaya – Jember. Perjalanan dengan bus ini yang lumayan memakan waktu lama, bisa 4 – 5 jam baru sampe. Sejak bulan Juli 2014 lapangan terbang Notohadinegoro di Jember sudah beroperasi kembali dan Garuda Indonesia merupakan satu-satunya maskapai penerbangan yang melayani rute Surabaya – Jember – Surabaya.

Saya sudah membeli tiket jauh-jauh hari baik itu tiket Jkt-Sub (PP) maupun Sub-Jbr (PP). Membeli tiket jauh-jauh hari dapat mengirit beberapa ratus ribu rupiah, karena kalau beli tiket jauh2 hari biasanya bisa mendapatkan harga tiket yang murah. Saya ambil penerbangan jam 6:10 pagi dari Jakarta dan tiba di Surabaya jam 7:25. Penerbangan ke Jember jam 9:15, jadi masih ada cukup waktu untuk check in di Garuda.  Yang saya gak antisipasi adalah perpindahan dari terminal 1 ke terminal 2 di airport Juanda. Garuda Indonesia menggunakan terminal international yang jaraknya lumayan jauh dari terminal domestic. Dulu semua ada di terminal yang sama. Jadi lah terburu-buru naik taksi ke terminal international.

Tiba di terminal 2 langsung check in, waah lega masih ada waktu cukup untuk ngopi dan sarapan dulu. Masuk ke ruang tunggu untuk penerbangan ke Jember ternyata cukup banyak calon penumpangnya.

Tepat seperti jadwal (ini yg aku suka), kami boarding ke pesawat ATR72-600 yang menunggu di landasan. Pesawat baling-baling yang masih relatif baru ini cukup besar, muat 70 orang dan di dalam juga lumayan longgar. Penumpang hari itu tidak penuh mungkin sekitar 80% dari tempat duduk terisi. Setelah semua siap pesawat pun meluncur di landasan pacu dan terbang dengan sangat mulus.

Terbang tidak terlalu tinggi hanya 12 ribu kaki, kata pilotnya. Melewati laut antara Madura dan Jawa menuju ke Timur, baru berbelik ke selatan setelah melewati gunung Argopuro. Jadi pesawat terbang di antara dunung Argopuro dan gunung Raung, baru mendarat di Jember. Penerbangan relatif cepat, cuma 50 menit, jadi jam sepuluh lewat dikit saya sudah berada di Jember.

Berikut Travel Jember Surabaya pemandangan dari dalam pewasat :

Dari Jember ke kampung saya bisa ditempuh dengan taksi yang banyak menunggu di parkiran bandara Notohadinegoro. Jam 11 pagi saya sudah sampai di rumah.

Bagi saya adanya penerbangan Surabaya – Jember – Surabaya ini sungguh sangat membantu. Saya yakin demikian juga bagi masyarakat Jember dan Surabaya, adanya pelayanan penerbangan ini sudah pasti banyak manfaat nya. Untuk Jember sendiri dengan adanya penerbangan ini tentu akan membantu dalam pengembangan daerah Jember di banyak bidang termasuk bidang pariwisata.

A man from the country side of Jember – East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog, I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). I really do hope every reader will enjoy this blog. Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards,Lexy LeksonoEmail : lexy.leksono@yahoo.co.idor lexyleksono@gmail.comPhone : 08129668128 or 087877408314